Membalut ucapan bermotifkan kebatilan dengan hukum-hukum agama.
Melihat agama pada sisi yang disenangi dan tidak ambil peduli apa yang tidak disukai.
Nas-nas agama digunakan untuk menjustifikasi perbuatan hina dan berdosa dengan harapan pengikut bawahan tidak berani membuat teguran atas dasar perbuatan pemimpin mereka adalah 'suruhan' agama.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan