Kata Buya Hamka
□ Jika Subuhnya senantiasa dipelihara, itu tanda akan selamat dari neraka.
□ Jika Subuhnya tiada dia tinggal, itu tanda Allah melindunginya dari segala arah.
□ Jika Subuhnya didahului dengan Sunat, itu tanda pasti seluruh dunia beserta isinya, dia dapat.
□ Jika Subuhnya bergelap-gelap menuju Musholla, itu tanda dikegelapan akhirat ia dapatkan cahaya.
□ Jika Subuhnya hingga awal Dhuha (Isyroq) berwirid pula, itu tanda mendapat pahala Umrah dan Haji sempurna.
□ Jika Subuhnya tiada dijaga, maka itu tanda pada wajahnya tiada cahaya.
□ Jika Subuhnya sengaja terlupa, itu tanda Imannya tiada bernyawa.
□ Jika Subuhnya terasa berat, itu tanda munafiq sudah mendekat.
□ Jika Subuhnya tiada peduli, itu tanda Iman menghampiri mati.
□ Jika Subuhnya tiada berjama’ah, itu tanda hidupnya akan hilang barokah.
□ Jika Subuhnya tiada ke Masjid, itu tanda Imannya ada penyakit.
□ Jika Subuhnya selalu terlewat, itu tanda imannya semakin cacat.
□ Jika Subuhnya diakhir waktu, itu tanda Iman semakin kelabu.
□ Jika Subuhnya hari sudah siang, itu tanda rezekinya sudah hilang.
□ Jika di waktu Subuh masih mendengkur, itu tanda ada syaitan memeluknya dalam tidur.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan